Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Konsumsi Ruhani Anak-anak Mutlak Dipenuhi untuk Keselamatan Generasi Mendatang


Jakarta, bimasislam— Setiap diri manusia tidak hanya memiliki aspek fisik, melainkan juga ruhaniah. HM. Attamimi, Mantan Direktur Pemberdayaan Wakaf, mengingatkan agar kita memenuhi kebutuhan ruhaniah anak-anak kita, di samping kebutuhan fisiknya. “Jangan hanya fisik, anak-anak kita juga harus diberikan konsumsi ruhaniah agar selamat masa depannya kelak”, demikian dikatakan Attamimi dalam uraian hikmahnya di Masjid Istiqlal, Jumat (21/3).

Attamimi melanjutkan, era globalisasi lebih baik dijadikan sebagai upaya intesif membangun akhlaqul karimah. Dengan kehidupan yang serba modern dan canggih sekarang ini, justru ekses sosial yang ditimbulkannya sangat mengkhawatirkan. Karenanya, menurut Direktur Pembinaan Haji Kemenag ini, pembekalan ruhani anak-anak kita mestinya diprioritaskan daripada pembekalan jasmaninya.

Realitas sosial kita menunjukkan, betapa banyak anak-anak yang termanjakan secara material justru bermasalah di masyarakat. Bahkan, tidak sedikit di antaranya yang berpendidikan tinggi, urai Attamimi. Akhlaqul karimah seharusnya yang menjadi modal sosial generasi kita ke depan, bukan sekedar pendidikan yang tinggi. Banyak orang tua yang mengharapkan anak-anaknya berijazah (syahadah) dengan pendidikan setinggi mungkin, padahal yang lebih utama adalah nilai-nilai dalam syahadatain (Syahadat Ilahi dan Syahadat Rasul), ujar Mantan Ka Kanwil Kemenag Provinsi Maluku ini beranalogi.

Apa yang dijelaskan dalam Alquran Surat Attahrim/66: 6, sesungguhnya menghendaki hal seperti itu, tegas Pejabat Kemenag yang hafal 30 juz Alquran ini. Sejarah Islam menceritakan, betapa Rasulullah Saw. selama hidupnya mengajarkan sekaligus membekali keluarga dan para sahabatnya dengan Alquran. Begitu pula sejatinya yang harus kita lakukan kepada generai penerus kita, bukan hanya pelajaran-pelajaran eksakta, ungkapnya di akhir ceramah. (edijun)

Sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id

Dirjen: Jadilah Pelayan Seperti Khadimul Haramain, Bukan Priyayi yang Minta Dilayani !

Jakarta, bimasislam— Sebagai aparatur pemerintah yang bertugas melayani masyarakat, maka hendaknya bersikap dan berperilaku layaknya Khadimul Haramain. “Kita harus kembangkan budaya melayani, bukan dilayani, seperti Khadimul Haramain, yaitu melayani dengan totalitas diri demi kepentingan umum. Sudah bukan zamannya lagi seorang aparatur negara minta dilayani seperti zaman pra-kemerdekaan yang sering dilakukan oleh para priyani”, tegas Dirjen Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA, dalam pengarahannya pada Sosialisasi Undang-undang 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Kemenag, Jl. MH. Thamrin 6 Jakarta (20/3).

Kegiatan yang diselenggarakan Bagian Ortala Ditjen Bimas Islam ini dimaksudkan agar para pegawai memahami bagaimana menjadi pelayan masyarakat sebagai bagian dari aparatur negara. Hadir sebegai nara sumber selain Dirjen Bimas Islam adalah Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN dan RB, dan Ombusman Indonesia. Peserta terdiri dari para pegawai di lingkungan Bimas Islam, perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi DKI, Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, dan perwakilan KUA se-Jabodetabek.

Berdasarkan penelusuran bimasislam, UU tentang Pelayanan Publik mengatur tentang prinsip-prinsip pemerintahan yang baik yang merupakan efektifitas fungsi-fungsi pemerintahan itu sendiri. Perlayanan publik yang dilakukan oleh pemerintahan atau koporasi yang efektif dapat memperkuat demokrasi dan hak asasi manusia, mempromosikan kemakmuran ekonomi, kohesi sosial, mengurangi kemiskinan, meningkatkan perlindungan lingkungan, bijak dalam pemanfaatan sumber daya alam, memperdalam kepercayaan pada pemerintahan dan administrasi publik.

Dalam UU tersebut juga ditegaskan bahwa Negara berkewajiban melayani setiap warga negara dan penduduk untuk memenuhi hak dan kebutuhan dasarnya dalam kerangka pelayanan publik yang merupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, membangun kepercayaan masyarakat atas pelayanan publik yang dilakukan penyelenggara pelayanan publik. Selain itu, UU tersebut untuk mempertegas hak dan kewajiban setiap warga negara dan penduduk, serta terwujudnya tanggung jawab negara dan korporasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. (bieb/foto:bimasislam)

Malam Jum’at, 26 April 2013 di Indonesia: Gerhana Bulan Sebagian

gerhana_bulan_parsial_100626191434Jakarta, bimasislam–”Malam Jum’at Kliwon 26 April 2013 bertepatan 15 Jumadil Akhir 1434 H mulai pukul 01.03 dinihari WIB Bulan di Indonesia akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS)” seperti yang disampaikan oleh Kasubdit Hisab Rukyat dan Pembinaan Syariah, Dr. H. Ahmad Izzuddin.  . Hampir seluruh kawasan Indonesia dapat mengamati GBS ini. Hanya kawasan timur Indonesia saja yang akan sedikit kesulitan untuk mengamatinya karena Bulan sudah rendah di langit sebelah barat (hampir terbenam).
Pada Gerhana Bulan Sebagian awal kontak penumbra  pukul 01.03 wib, lalu fase umbra akan dimulai pada pukul 02.54 – 03.21 WIB (hanya selama 27 menit ). Dan akhirnya seluruh proses GBS pun akan selesai pada pukul 05.11 WIB. Selain hanya sebentar magnitud gerhana umbra pada GBS nanti juga kecil, hanya 0,0148. Berbeda  dengan Gerhana Bulan Total yang nilai magnitudnya bisa lebih besar dari 1. Magnitud gerhana itu sendiri dihitung dari perbandingan antara diameter sudut Bulan dengan diameter sudut bayangan umbra Bumi.
Walaupun hanya sebagai Gerhana Bulan Sebagian, bagian Bulan yang terkena umbra Bumi saat GBS nanti sangatlah sedikit. Akibatnya kita di Indonesia tidak akan melihat Bulan berubah menjadi merah sebagaimana yang terjadi pada saat Gerhana Bulan Total 16 Juni 2011 yang lalu. Namun kita masih dapat melihat Bulan yang lebih gelap dari Bulan purnama biasanya, mirip dengan yang kita lihat pada saat Gerhana Bulan Penumbra 28 November 2012 yang lalu. Semoga cuaca langit cerah dan pengamatan kita lancar.

sumber: http://bimasislam.kemenag.go.id dari http://playen.kuajogja.org

Hardiknas Mementum Sukseskan Indonesia Cerdas, Bangkit, dan Anti Korupsi

Foto
Jakarta (Pinmas) —- Mari kita dukung gerakan nasional Indonesia cerdas, gerakan nasional Indonesia bangkit, dan gerakan nasional anti korupsi. Sebab gerakan nasional Indonesia cerdas, bangkit, dan anti korupsi adalah sesuatu yang sangat penting dan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
Penegasan ini disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Nur Syam, ketika memberikan sambutan pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di halaman gedung Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (02/05). Adapun tema Hardiknas 2013, yaitu “Meningkatkan Kualitas dan Akses Berkeadilan”.
Dalam sambutannya, Nur Syam menjelaskan bahwa rencana strategis dan program pendidikan Kemenag 2014 difokuskan pada tiga hal:
Pertama, perluasan akses dan pemerataan pendidikan. Untuk itu, lanjut Nur Syam, seluruh potensi, anggaran, dan kemampuan akan dicurahkan dalam kerangka memperkuat akses dan memeratakan pendidikan.
“Bantuan Operasional Sekolah tahun ini ditingkatkan. Bantuan siswa miskin juga ditingkatkan. Tahun ini, lima belas juta lima ratus siswa akan mendapatkan bantuan siswa miskin,” tegas Nur Syam.
Kedua, peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Menurut Nur Syam, program ini harus dituangkan sedemikian rupa sehingga operasional dan dapat dilaksanakan.
“Mutu tidak ada artinya kalau tidak mempunyai daya saing. Karena itu, peningkatan mutu harus diikuti dengan daya saing,” ujar Nur Syam mengingatkan jajarannya.
Ketiga, peningkatan tata kelola dan manajemen. Nur Syam menegaskan bahwa perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing tidak dapat dilaksanakan tanpa manajemen yang bagus dan tata kelola yang baik.
“Good governance menjadi sesuatu yang sangat penting bagi kita!” pesan Nur Syam.
“Ini rencana strategis Kemenag sampai 2014 dan kemungkinan akan dilanjutkan sampai 2019. Mari kita sukseskan Indonesia cerdas, bangkit, dan anti korupsi” tutup Nur Syam. (mkd)

Prospek Penyuluh Agama Menjanjikan


Medan, bimasislam-- Pemerintah dalam waktu dekat akan meningkatkan kesejahteraan para penyuluh agama Islam (PAI). Bentuknya, antara lain, dengan peningkatan honor para penyuluh sebesar seratus persen.
Demikian salah satu poin yang disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam, Dra. Hj. Euis Sri Mulyani, M.Pd pada acara pembukaan Orientasi dan Konsultasi Tenaga Publikasi Keagamaan yang diselenggarakan Direktorat Penerangan Agama Islam, Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI, di Hotel Madani, Medan, kemarin malam (18/11).
Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 40 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Sumatera Utara ini, disampaikan pula beberapa kebijakan teknis Direktorat Penerangan Agama Islam lainnya, seperti rencana penambahan masa kerja bagi penyuluh fungsional, dari sebelumya 56 tahun menjadi 60 tahun. Selain itu, diinformasikan pula upaya sertifikasi bagi para penyuluh fungsional, serta teknis pemberian bantuan bagi Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI).
Dalam kesempatan itu, Euis Sri Mulyani berharap PAI terus meningkatkan publikasi keagamaan. “PAI peran dan fungsinya semakin nyata, semakin strategis dan sangat dibutuhkan, buktinya adalah sebagai ujung tombak dalam penanganan berbagai masalah yang muncul dimasyarakat, oleh karena itu publikasi keagamaan di seluruh Indonesia harus ditingkatkan”, ujarnya.
Di tempat yang sama, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Ahmad Hanafi menegaskan, para pedakwah atau pimpinan keagamaan maupun pimpinan Ormas Islam harus mampu memotivasi dan menggerakkan umat Islam kearah yang positif, dan mengajak umat Islam untuk turut serta berpartisipasi dalam mensukseskan cita-cita pembangunan nasional.
Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Sumatera Utara mengatakan saat ini tenaga publikasi keagamaan merupakan barang langka dan publikasi agama Islam di media-media, khususnya media elektronik sangat sedikit, sehingga anak-anak banyak tertarik dengan tontonan yang ada pada media elektronik, dimana tontonan tersebut kurang sejalan dengan pembinaan moral bangsa.
Oleh karena itu, kepada para tenaga publikasi keagamaan, Kakanwil mengharapkan agar mampu menyusunn langkah-langkah kongkrit dibidang pubklikasi dakwah untuk mengatasi berbagai persoalan umat khususnya di Sumatera Utara.
Sementara itu, Hj. Lubenah, MA, selaku ketua panitia mengungkapkan, dalam rangka memperbaiki kondisi umat Islam dan bangsa Indonesia yang mengalami krisis multidimensi maka kegiatan keagamaan harus terus dipublikasikan, hal ini untuk memberikan keseimbangan di masyarakat.
“Saat ini dibutuhkan tenaga publikasi yang mumpuni dan memiliki integritas. Oleh karenanya, diperlukan orientasi dan konsultasi tenaga publikasi keagamaan agar kegiatan publikasi dapat terlaksana secara sistematis dan sinergi antara daerah satu dengan yang lainya”, terang Lubenah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ditjen Bimas Islam tahun 2012 dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga publikasi keagamaan di berbagai daerah, salah satunya di Provinsi Sumatera Utara. Beberapa narasumber baik dari pusat maupun praktisi daerah terlibat dalam acara tersebut, diantaranya Sekretaris Ditjen Bimas Islam, Prof. Dr. Muhammadiyah Amin, M.Ag., Direktur Penerangan Agama Islam, Dra. Hj. Euis Sri Mulyani, M.Pd., Ketua MUI Kota Medan, Prof. Dr. Moh. Hatta., Kepala Seksi Penyuluhan dan Publikasi Dakwah, Drs. H. Ramsil Harahap., dan praktisi media Ahmad Zaky, MBA. (syam)

Istri Harus Sepenuhnya pada Suami


FotoTegal – Tak seperti biasanya yang selalu mengenakan seragam Perwanida, kali ini istri-istri dari Pegawai negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kankemenag Kota Tegal memakai pakaian batik saat pertemuan rutin sebulan sekali, Pertemuan perwanida perdana setelah lebaran ini sekaligus menjadi momentum untuk Halal Bihalal.
Kegiatan ini dihadiri oleh istri-istri PNS di lingkungan Kankemenag Kota Tegal termasuk Ibu Dra. Hj. Nurul Fauziah istri Ka Kankemenag H. Nuril Anwar, SH, MH yang datang didampingi Kasi Mapenda Muhsonah, S.Pd.I. Kehadiran mereka selaku istri PNS sejatinya terkait fungsi dan tugasnya sebagai seoarang istri PNS. Oleh karenanya sudah selayaknya istri harus betul-betul sepenuhnya mendukung suaminya dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya dan memiliki kesadaran untuk aktif mengikuti setiap kali kegiatan ini digelar. Hal inilah yang disampaikan oleh Ka kankemenag H. Nuril Anwar, SH, MH yang hadir di acara yang digelar di Aula kantor.
“Istri harus betul-betul sepenuhnya pada suami”, jelasnya. Adalah selalu mengingatkan suami untuk selalu bekerja dengan sebaik-baiknya seperti untuk berangkat dan pulang sesuai jam kerja. “Sehingga suami bisa berkarya dan melaksanakan tugas dengan maksimal”, ujarnya. Menurut Ka Kankemenag selama ini Suami mereka sudah bekerja dengan baik, namun ia memiliki keinginan untuk terus meningkatkan kualitas, kinerja dan pengabdian mereka kepada masyarakat.
Ka Kankemenag mengharapkan semua anggota perwanida untuk aktif. Tidak ada sanksi dalam hal ini, yang dibutuhkan adalah kesadaran. ”Apabila dilandasi dengan kesadaran, semangat, kebersamaan, kasih sayang, pertemuan sebulan sekali ini sebagai ajang silaturrahmi, kumpul, komunikasi, bertukar fikiran, insyaallah kondisi Kemenag kondusif”, paparnya. Imbuhnya lagi,“Kalau Bapaknya kodusif di kantor, Ibunya kondusif di rumah, maka Kemenag akan cepat maju”.
Ciri-ciri Muttaqin
Setelah kita melaksanakan puasa Ramadhan, Allah memberi harapan kepada kita menjadi orang yang muttaqin. Ciri-ciri orang yang muttaqin pertama adalah Yunfiquuna fissarrai wa dharra atau orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang dan sempit. Selanjutnya Wal khadzimil ghaidza, yaitu orang bisa menahan amarahnya. Ciri yang terakhir Wal fiina aninnass adalah orang-orang yang bisa memaafkan kepada manusia. Demikian isi tausiah H. Sobirin, S.Ag, M.Ag yang disampaikannya dalam acara ini.
Dikatakannya ciri orang muttaqin yang pertama punya sifat seneng infaq, sadaqah, atau memberi baik dalam keadaaan lapang atau susah apapun bentuknya. “Bisa duwit, bisa beras, bisa fikiran, bisa tenaga, bisa cara, bisa akal”, terangnya. Dikatakannya orang yang senang memberi (dermawan/loman) dekat dengan surga-Nya, dekat dengan manusia dan jauh dari Neraka. Menurutnya orang memiliki sifat jengkelan (pemarah) bisa mudah terserang penyakit. “Tidak usah bingung semua dari Allah, kita harus yakin”, lalu menyitir syi’iran Gusdur, ” uripe ayem, rumongso aman, durunge roso tandane iman, sabar narimo, najan pas-pasan.” Kemudian Allah memberi kesempatan untuk berhalal halalan, saling memaafkan atas segala salah dan kekhilapan yang kita lakukan selama satu tahun. Namun mema’afkan orang lain lebih sulit daripada meminta maaf apalagi bila hatinya sudah tersakiti. “Memberi ampunan lebih sulit”, ungkapnya.
Dikatakannya lagi Allah senang terhadap orang yang senang berbuat baik dan di akhir tausiahnya disebutkan bahwasannya orang yang dholim pada diri sendiri adalah orang yang tidak bersyukur kepada Allah. (Kholil).  Sumberhttp://jateng.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=104085

Continous Consolidation and Improvement for Mosque untuk Pemberdayaan Masjid


FotoRembang, Persepsi masjid sebagai tempat hanya untuk beribadah perlu digeser. Masjid adalah tempat ibadah yang perlu diberdayakan oleh masyarakat. Selain untuk beribadah mahdah, misalkan sholat, masjid juga bisa digunakan untuk berbagai macam kegiatan belajar, lomba, pengajian, pusat kesehatan, dan lain sebagainya.
Hal tersebut mengemuka dalam acara Orientasi Takmir Masjid se-Kab. Rembang yang digelar oleh Dewan masjid Indonesia kab. Rembang pada Minggu (22/9/2012) di Aula Lantai IV Setda kab. Rembang. Hadir dalam acara tersebut, Wakil Bupati kab. Rembang, H. Abdul Hafidz, segenap pengurus DMI Kab. Rembang, Kepala KUA Kecamatan se-kab. Rembang, dan Takmir Masjid se-kab. Rembang.
Dalam sambutan pembukaannya, Wabup mengatakan, masjid haruslah diberdayakan untuk berbagai macam kegiatan yang positif. Muara dari pemberdayaan masjid itu sendiri adalah untuk kesejahteraan umat. Menurut beliau, dari waktu ke waktu jamaah masjid cenderung mengalami penurunan. Takmir masjid perlu memikirkan berbagai kegiatan yang bisa mempersatukan umat kembali. “Jangan Cuma masjidnya yang gede, tapi jama’ahnya sedikit,” tegurnya.
Drs. H.M. Mahmudi, narasumber acara yang juga kasi Urais Kemenag kab. Rembang menuturkan perlunya strategi khusus untuk memberdayakan masjid. Salah satunya dengan menggunakan metode CCIM (Continous Consolidation and Improvement for Mosque) atau penguatan dan perbaikan berkelanjutan untuk masjid.
CCIM adalah metode pemberdayaan masjid dengan menata kembali organisasi Ta’mir Masjid melalui pemanfaatan segenap potensi yang dimiliki, diikuti dengan perbaikan yang dilakukan secara terus-menerus,” jelasnya.
Diuraikan Drs. H.M. Mahmudi, MM, berbagai kegiatan untuk pemberdayaan masjid antara lain meliputi bidang peningkatan intelektualitas umat, pusat konsultasi umat, pusat pemberdayaan ekonomi umat, media kesehatan umat, dan lainnya. “Dengan demikian, masjid tak lagi berstatus pasif, namun pro aktif,” tandasnya.
Drs. H.M. Munib Muslich, narasumber lainnya mengutarakan, perlunya manajemen untuk memberdayakan masjid. Manajemen masjid tersebut mencakup manajemen idarah (pengelolaan), imarah (pemakmuran), dan ri’ayah (pemeliharaan).
“Idarah adalah kegiatan mengembangkan dan mengatur kerjasama untuk mencapai tujuan. Idarah masjid yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, keuangan, dan pengawasan bertujuan agar masjid mampu mengembangkan kegiatan, semakin dicintai banyak orang, dan berhasil membina dakwah lingkungannya,” jelas beliau.
Diungkapkan beliau, jumlah masjid di Rembang cukup banyak. Hingga tahun 2012, data Kemenag Kab. Rembang mencatat jumlah masjid agung satu, masjid besar 14, masjid jami’ 510, dan musholla/langgar 2893. “Jumlah masjid yang cukup banyak tersebut sangat memberikan andil dalam meningkatkan kualitas bangsa,” ujarnya. (sumber: CCIM untuk Pemberdayaan Masjid oleh Shofatus shodiqoh)

13 Raperda Kendal disetujui DPRD


Penandatangan Persetujuan Bersama RaperdaKENDAL-13 Rancangan Peraturan Daerah akhirnya disetujui DPRD. "Keduabelas raperda yang ditetapkan yakni raperda tentang pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS daerah dalam dan jabatan struktural, raperda tentang tentang menanam pohon bagi calon pengantin dan ibu melahirkan, raperda tentang penyelenggaraan pelayanan publik, raperda tentang penyusunan peraturan daerah, raperda tentang pemberdayaan UMKM, raperda tentang penyertaan modal Pemkab Kendal kepada PDAM “Tirto Panguripan”, raperda tentang tanggung jawab sosial perusahaan, raperda tentang penempatan dan perlindungan TKI, raperda tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, raperda izin usaha dan pengelolaan pertambangan, dan raperda pengelolaan sampah” jelas Muryono, Sekretaris DPRD dalam sidang paripurna
“Sementara raperda tentang perubahan atas perda 8 tahun 2011 tentang retribusi jasa umum telah mendapatkan persetujuan bersama dan diajukan ke Gubernur guna dilakukan evaluasi” tambahnya.
Terkait 13 raperda yang telah disetujui, Bupati Kendal dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Kendal Drs. Herudy Soekamto,M.Si menjelaskan "Sebagaimana telah disampaikan oleh masing-masing Pansus, setelah melalui proses panjang, pembahasan yang cukup menguras energi, tenaga dan pikiran dari eksekutif dan legislatif, akhirnya 13 (tiga belas) Raperda yang telah kami sampaikan, dapat diterima dan disetujui oleh Pansus I, Pansus II, dan Pansus III. Berdasarkan hasil pembahasan dan pendalaman materi Raperda, terdapat beberapa perubahan yang cukup mendasar. Perubahan tersebut secara rinci telah disampaikan oleh masing-masing Pansus beberapa saat yang lalu. Pada prinsipnya, kami dapat menerima dan menghargai perubahan tersebut, bahkan menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Kami menyadari, bahwa perubahan tersebut dalam rangka menyempurnakan materi Raperda dengan harapan Raperda tersebut dapat dilaksanakan dengan baik, aplikatif, dan berdampak positif bagi masyarakat Kabupaten Kendal"

Menag: Raih WTP, Jawaban Terhadap Tudingan


Foto
Jakarta (Pinmas)—Kementerian Agama (Kemenag) menjadi salah satu Kementerian dan Lembaga yang mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tentang Pengelolaan Keuangan Negara tahun 2011.
Menteri Agama Suryadharma Ali menyampaikan, penghargaan ini merupakan jawaban dari tudingan terkorup yang dialamatkan ke lembaga yang dipimpinnya. “Iya, penghargaan ini bisa menjawab,” kata Suryadharma Ali kepada JPNN usai menerima penghargaan WTP dari Wakil Presiden Boediono di Gedung Kementerian Keuangan, Selasa (11/9).
Menag mengaku masih bingung dengan tudingan-tudingan korupsi tersebut. Sampai saat ini, pihak-pihak yang menyampaikannya tidak menyebutkan berapa nilai korupsi yang dilakukan Kemenag. “Sekali lagi soal pemberitaan terkorup coba disebutkan berapa sih angkanya,” tantang Suryadharma.
Ia juga mengungkapkan, laporan keuangan yang bersih adalah komitmen dari Kemenag. Beberapa tahun terakhir Kemenag terus melakukan pembenahan setelah sempat mendapat opini disclaimer.
“Kemenag itu pernah disclaimer kemudian dibenahi. Tahun 2009 dan 2010 mendapat opini WDP (Wajar Dengan Pengecualian). Tahun 2011 kita meraih WTP. Akhirnya Kemenag mendapat buah dari pembenahan itu,” kata Suryadharma.
Meski sudah mendapatka predikat WTP, Kemenag tetap akan membenahi kekurangan yang masih ada. Pengawasan di Kantor Wilayah Agama dilakukan dengan pewilayahan kerja. “Ada inspektur 1, inspektur 2. Kalau tidak salah sampai inspektur lima,” ungkapnya.
Sampai dengan hari ini Kemenag juga sudah merekrut lebih dari 2.300 akuntan. “Kenapa begitu banyak? Karena satker kemenag terbesar jumlahnya di antara seluruh kementerian dan lembaga,” jelas Menag.
Ia juga berharap dengan masuknya mantan anggota KPK M Jasin dan Anggito Abimanyu bisa memperkuat kemenag. “Mereka akan memberi pandangan-pandangan untuk membenahi pengelolaan keuangan negara yang masih kurang,” ungkapnya.(jpnn)

KUA Kangkung dinobatkan sebagai KUA Teladan Ketiga tk. Nasional 2012

FotoJakarta (Pinmas)—Pasangan keluarga dari Sulawesi Barat (Sulbar) terpilih sebagai juara pertama keluarga sakinah pada pemilihan keluarga sakinah tingkat nasional 2012 atas nama pasangan suami-isteri Dra. Hj. Ngatijem dan Prof. Dr. H. Sukaji Sarbi MS dengan nilai 632 dan sekaligus pula meraih hadiah Rp25 juta.
Pengumunan pemilihan keluarga sakinah berlangsung di Gedung Kemenag Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis petang yang sekaligus dirangkaikan acara buka bersama. Hadiah bagi pemenag untuk keluarga sakinah dan KUA teladan tersebut diberikan Menteri Agama Suryadharma Ali.
Acara berlangsung cukup meriah karena diisi pula kesenian Madihin dari Banjarmasin, yang dibawakan oleh H. Syahrani.Madihin merupakan kesenian tradisional Banjar dan dalam penyampaiannya berbentuk puisi atau pantun. Syahrani, dengan pakaian khas Banjar dan songko kebesarannya, menyuguhkan pantun dengan irama seperti orang bernyanyi secara spontan. Dengan diselingi tabuhan robana di tangannya, ia terus menerus berceloteh mengundang tawa. Kata-kata berupa pantun yang disampaikan dia kepada hadirin memang menggugah hati dan simpati. Sekitar 10 menit ia tampil dan bisa mengundang Menag Suryadharma Ali ikut tertawa.
Hadir pada acara itu selain para isteri eselon I, juga ibu Indah Suryadharma Ali. Wamenag Nasaruddin Umar, Dirjen Bimas Islam Abdul Jamil, Sekjen Kemenag Bahrul Hayat dan para pejabat dari kementerian tersebut.
Untuk juara kedua diraih pasangan Hj. Nurjaenah dan H. Kamaruddin dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai 615 dan memperoleh hadiah Rp23 juta. Berikutnya juara ketiga pasangan dari Kalimantan Barat (Kalbar) atas nama pasangan Dra. Hj. Budi Pudjianti BSc dan DR. (HC) dr. H. Sumardi M.Si dengan nilai 608 dan berhak atas hadiah Rp21 juta.
Sementara untuk juara harapan diraih pasangan Hj. Maritje Wewengkang dan Prof. Hi. Jhon Wumu (Sulawesi Utara) dengan nilai 600 dan mendapat hadiah Rp19 juta. Disusul diurutan kedua pasangan Hj. Ani Sugandi M.Pd dan H. Manakari Thaha (Bali) dengan nilai 593 dan mendapat hadiah Rp17 juta. Pasangan urutan ketiga Hj. Cek Rahmah Binti Hasan dan Tgk. H. Muhammad Arief (Naggroe Aceh D) dengan nilai 581 dan mendapat hadiah Rp15 juta.
Kunci keberhasilan keluarga sakinah, kata Suryadharma Ali dalam sambutannya adalah mampu menahan guncangan hidup. Guncangan yang dimaksud berbagai bentuk godaan, termasuk ujian kesabaran dalam membina keluarga. Para keluarga sakinah berhasil memajukan anak sehingga meraih pendidikan terbaik, antara lain menjadi sarjana hingga bekerja dan mandiri.
Menag Suryadharma Ali mengapresiasi peran dari panitia penyelenggara untuk pemilihan keluarga sakinah dan KUA teladan. Sebab, dari adanya keluarga sakinah itu dapat ditularkan nilai-nilai kejujuran dan kesetiaan dalam membina keluarga kepada genersi mendatang. Terlebih lagi, melalui keluarga sakinah, bisa dilahirkan generasi tangguh dan kuat.
Sementara itu untuk KUA teladan untuk juara pertama diraih Drs. M. Mahyiddin S.HI dari Kecamatan Panekan (Jawa Timur) dengan nilai 86.03. Berikutnya juara kedua H. Muhammad Ramli M.S.Ag (Kecamatan Tarakan Timur, Kalimantan Timur) dengan nilai 85.33. Juara ketiga Adib Mahlasin S.Ag (Kecamatan Kangkung, Jawa Tengah) dengan nilai 83.63
Untuk juara harapan I diraih H. Sutan Syahrir S.Ag (Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara) dengan nilai 83.33. Juara harapan II diraih Rohwan S.Ag. M.Si (Kecamatan Pandak, DI Yogyakarta) dengan nilai 82.97 dan harapan III Abd. Rahman S.Ag (Kecamatan Tamalanrea, Sulawesi Selatan) dengan nilai 82.67. 

sumber: http://www.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=101563

Keluarga Sakinah Benteng Globalisasi


FotoJakarta (Pinmas)— Keluarga saleh dan unggul (sakinah) merupakan salah satu benteng menghadapi arus negatif globalisasi. Karena itulah, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag) terus mentradisikan program apresiasi untuk komunitas terbaik melalui Pemilihan Kaluarga Sakinah dan KUA Teladan Tingkat Nasional Tahun 2012.

Dirjen Bimas Islam Prof Abdul Jamil, dalam laporan pembukaan acara itu, di Gedung Kemenag Jl Thamrin, Jakarta, kemarin, mengatakan, tujuan kontes tersebut adalah memberikan penghargaan yang tinggi kepada keluarga yang tetap konsisten dan setia mempertahankan keteladanan dalam pergaulan masyarakat, meski menghadapi tantangan besar perilaku yang tidak selaras dengan nilai-nilai luhur bangsa.
“Kegiatan tersebut juga dalam rangka melakukan penilaian dan memilih KUA berprestasi,” ujar mantan Kepala Litbang Kemenag ini.
Di tempat yang sama, saat meresmikan pembukaan program tahunan itu, Wakil Menag Prof Nasaruddin Umar menyebutkan, aktivitas tersebut diharapkan mampu mengurangi jumlah percerain sebagai salah satu masalah sosial yang dipengaruhi pergeseran norma dan cara pandang masyarakat terhadap institusi perkawinan.
“Figur keluarga sakinah ini perlu kita angkat untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat yang tanpa sadar telah menjadi konsumen fenomena komodifikasi yang tidak proporsional seputar permasalahan rumah tangga figur publik melalui media massa, di mana perceraian dianggap sesuatu yang wajar dan rekomendatif sebagai solusi masalah rumah tangga,” ujarnya.
Abdul Jamil menjelaskan, pemilihan keluarga sakinah dan KUA teladan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Ditjen Bimas Islam, dalam beberapa tahun terakhir. Acara ini akan berlangsung tanggal 12-17 Agustus 2012, bertempat di Gedung Kemenag Jl Thamrin, dan Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta. (SK/yudi)

Wamenag: Saatnya Keluarga Indonesia Bangkit

Jakarta, bimasislam--- Direktorat Jenderal  Bimbingan Masyarakat Islam menyelenggarakan Pemilihan KUA dan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Nasional. Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan dari tingkat Kabupaten hingga nasional. Untuk tahun 2012 pemilihan KUA dan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat  Nasional dilaksanakan dari tanggal 12-16 Agustus, bertempat di Hotel Sari Fan Facific.
Wakil Menteri Agama, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dalam sambutannya mengatakan, pemilihan KUA dan keluarga sakinah teladan bertepatan dengan rancangan pembangunan nasional bidang agama, terutama penguatan kelembagaan KUA dalam pelayanan keumatan dan keluarga sakinah sebagai fondasi pembentukan generasi berkualitas.
"  Penyelenggaraan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan dan Kepala KUA Teladan ini memiliki makna yang sangat penting dalam rangka memberikan motivasi, dukungan  moril, hingga penghargaan tertinggi kepada keluarga di Indonesia, mendorong kinerja aparatur pemerintah khususnya Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat", tegasnya.
Wamenag menuturkan, beragam permasalahan keluarga saat ini mengintip para keluarga Indonesia. Ia mencontohkan, saatini 80 % dari jumlah kasus perceraian, terjadi pada perkawinan di bawah usia 5 tahun. Faktor ketidakmatangan  (immaturity) pasangan suami-isteri menghadapi kenyataan hidup yang sesungguhnya, mengakibatkan mereka kerap menemui kesulitan dalam melakukan penyesuaian atas pelbagai permasalahan di usia perkawinannya yang masih “balita”.

Selain itu faktor lingkungan sosial mencakup perubahan nilai dan norma yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Sebagai contoh, fenomena komodifikasi yang tidak proporsional seputar permasalahan rumah tangga para figur publik melalui media (terutama televisi demi mengejar rating) tampaknya turut memberi andil dalam percepatan proses pelemahan institusi perkawinan ini. Tanpa disadari, ada “pesan moral” yang secara samar-samar (hidden curriculum) tertangkap oleh khalayak, yaitu pertengkaran dan perceraian sudah bukan “aib” keluarga, sesuatu yang “seharusnya terjadi”, dan sebagai solusi yang “wajar” untuk pemecahan masalah rumah tangga. Hal ini menggeser norma dan cara pandang masyarakat terhadap institusi perkawinan ke arah yang negatif, yaitu perkawinan bukan suatu lembaga yang seharusnya dipertahankan keutuhannya.
Pemilihan KUA teladan dan Keluarga Sakinah Tingkat Nasional diikuti 33 Kepala KUA dan 33 Pasang Keluarga Sakinah utusan dari 33 provinsi. Rencananya para pemenang akan diundang Presiden pada perayaan HUT Kemerdekaan RI, Jum'at besok. (kang jeje)

Pelaksanaan Lomba KUA Teladan nasional Th. 2012 di KUA Kangkung


Setelah KUA Kangkung dikukuhkan sebagai KUA Teladan Jawa Tengah di Hotel Metro Semarang 29 Juni 2012 maka KUA Kangkung berhak mewakili Jawa Tengah dalam Lomba KUA Teladan nasional dan dalam kunjungan Tim Penilai ke KUA tersebut mengatakan "kami tertarik dengan program yang ditawarkan oleh KUA kangkung dan bila ada kesempatan akan akan usulkan kepada pusat agar Kepala KUA nya diundang untuk presentasi “demikian disampaikan oleh Burhanudin selaku tim penilai KUA Teladan nasional dalam sela sela wawancara dengan Kepala KUA 09 Juli 2012 dalam kesempatan presentasinya kepala KUA menyatakan "kami mencoba membuat terobosan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai mana Visi dan Misi KUA Kangkung terutama item 5 yaitu Mengoptimalkan Pelayanan Administrasi dan Manajemen. Dengan cara menfilekan semua data yang ada di KUA dan hasilnya terciptalah File "KUA

Pengukuhan Juara Lomba KUA Teladan dan Keluarga Sakinah Teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012


Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah - Pengukuhan Juara Lomba KUA Teladan dan Keluarga Sakinah Teladan tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Semarang  – Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan acara Pengukuhan Juara Lomba KUA Teladan dan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2012 yang berlangsung pada hari Jum’at 29 Juni 2012, bertempat di Hotel Metro Jl. H. Agus Salim No. 2-4 Semarang. Acara dihadiri oleh peserta lomba KUA teladan, peserta lomba Keluarga Sakinah Teladan dan para tamu undangan yang berasal dari Ibu Ketua Dharma Wanita Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah dan Para Kepala Bidang di Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, pejabat struktural Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jateng, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab./Kota, Kasi Urusan Agama Islam Kab./Kota se Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, TP-PKK, BKKBN, BP3AKB, BP4 Provinsi Jawa Tengah, MUI dan Ormas Islam.

Dalam laporannya ketua panitia Kepala Bidang Urusan Agama Islam H. Mawardi, SH.,MH menyampaikan bahwa selain pengukuhan juara lomba KUA Teladan dan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan juga melaporkan bahwa telah mengadakan lomba Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) dan Pemilihan Anak Yatim/Piatu Berprestasi tingkat MI/SD, MTs/SMP dan MA/SMA/SMK. Adapun para pemenang dari masing-masing lomba sebagai berikut :

Lomba KUA Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   KUA Kangkung Kabupaten Kendal
Juara II  KUA Gemolong Kabupaten Sragen
Juara III KUA Kajen Kabupaten Pekalongan
Harapan I   KUA Kroya Kabupaten Cilacap
Harapan II  KUA Grabag 2 Kabupaten Purworejo
Harapan III KUA Dawe Kabupaten Kudus
Juara I akan mewakili pada ajang Lomba KUA Teladan Tingkat Nasional

Lomba Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   Keluarga H. Ahmad Sudarno, BE Kabupaten Purbalingga
Juara II  Keluarga Drs. H. Djabir Dimyati Kabupaten Klaten
Juara III Keluarga Drs. H. Saifuddin Bachri, M.Ag Kabupaten Kudus
Harapan I   Keluarga H. Nadhirin Maskha Kota Tegal
Harapan II  Keluarga Drs. H. Ismudiyono Kota Magelang
Harapan III Keluarga KH. Mudatsir Muslim Kota Salatiga
Untuk juara I akan mewakili seleksi nasional di Jakarta pada bulan Agustus mendatang.

Lomba Musabaqog Qiroa’til Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   Agus Syafe’I, S.Ag Kabupaten Magelang
Juara II  Drs. M. Agus Salim Kabupaten Pekalongan
Juara III Muh. Dasuki, S.Ag Kabupaten Klaten
Harapan I   H. Mustofa, S.Pd.I Kabupaten Tegal
Harapan II  Drs. H. Farhan Rifai Kabuaten Pati
Harapan III Fatchurrohman Kabupaten Batang

Lomba Pemilihan Anak Yatim/Piatu Berprestasi MA/SMA/SMK Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   Lis Ulfiana MA. Takhassus Alquran Ahmad Sari Kabupaten Purworejo
Juara II  Rahma Dewi Fatimah SMKN 01 Kabupaten Temanggung
Juara III Dita MAN I Kabupaten Sragen
Harapan I   Uun Maunah MAN Kabupaten Demak
Harapan II  Siti Hidayatun Nafi’ah MAN Kabupaten Blora
Harapan III Ratna Sari MA Nasrullah Ampil Gading Kabupaten Pemalang

Lomba Pemilihan Anak Yatim/Piatu Berprestasi MTs/SMP Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   Muhammad Amin Ihsan MTsN Kota Salatiga
Juara II  Azka Noor MTs NU TBS Kabupaten Kudus
Juara III Isna Uswatun Hasanah MTsN Kabupaten Sragen
Harapan I   Widodo MTs Ma’arif Ngaliyan Kabupaten Wonosobo
Harapan II  Muanam MTsN Jepon Kabupaten Blora
Harapan III Deni Ardianto MTsN Purwokerto Kabupaten Banyumas

Lomba Pemilihan Anak Yatim/Piatu Berprestasi MI/SD Tingkat Provinsi Jawa Tengah 2012
Juara I   Jena Suyaman SDIT Al-Hikam Kabupaten Boyolali
Juara II  Farichatus Soimah MI Ma’arif Kebrengan Kabupaten Wonosobo
Juara III Sylvia Rahmi SDN Tlogosari Kulon 06 Kota Semarang
Harapan I   Nadhif Mutoha MI Islamiyah Babadan Kabupaten Batang
Harapan II  Dimas Murdianto MIN Watuagung Kabupaten Banyumas
Harapan III M. Robith Wildan M MIN Bawu kabupaten Jepara

Acara yang dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah H. Imam Haromain Asy’ari, M.Si berlangsung khidmad dan lancar. Dalam sambutannya Beliau menyampaikan keluarga merupakan unit terkecil bagi individu dalam masyarakat, namun keluarga merupakan pembentuk karakter paling kuat bagi suatu individu yang berpengaruh pada lingkungannya, masyarakat yang terbangun dari keluarga-keluarga sakinah adalah keluarga yang marhamah yang selanjutnya membentuk bangsa yang baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur. Keluarga sakinah ini akan menjadi teladan yang berdampak bagi bagi penciptaan karakter bangsa yang baik ditengah meluasnya pengaruh budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa, agama dan akhlaqul karimah.

Lebih lanjut Kakanwil menyampaikan KUA mempunyai kedudukan yang sangat penting alam rangka pencitraan Kantor Kementerian Agama secara keseluruhan, karena KUA merupakan unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam pada tingkat Kecamatan akan tetapi cakupan tugas dan fungsinya sangat besar. Sebagai unit pelayan publik, KUA dituntut mampu memberikan pelayan kepada masyarakat dengan optimal, pelayanan yang ada di KUA meliputi pernikahan, perwakafan, kemasjidan, bimbingan calon pengantin, pembinaan pengamalan agama, majelis taklim, pengukuran arah qiblat, sosialisasi produk halal, bimbingan manasik haji dan konsultasi keagamaan. Peningkatan mutu sumber daya manusia Kepala KUA/Penghulu terus menerus dikembangkan agar mampu memainkan kiprahnya sebagai sosok manager, ulama dan mufti ditengah masyarakat. Program peningkatan kualitas kompetensi dan wawasan keilmuan para Kepala KUA/Penghulu dengan mengadakan Musabaqoh Qiro’atil Kutub (MQK) yang menekankan keahlian, kefasihan dan kebenaran membaca serta pemahaman makna teks kitab kuning agar Kepala KUA/Penghulu dapat mendalami ilmu-ilmu agama Islam dan mengambil rujukan dari sumber kitab-kitab Arab. Disamping sebagai media peningkatan kompetensi juga sebagai media penguatan Kepala KUA/Penghulu sebagai ujung tombak dalam pelayanan terhadap masyarakat. (gt)

JADWAL NIKAH KUA KANGKUNG KAB. KENDAL

Waktu Sholat